Rabu, 26 Juli 2017

Saatnya Camping di Hutan Pinus Loji


Bagi kalian yang berdomisili di Jakarta rutinitas perkotaan memang kadang menyebalkan. Apalagi yang sudah kecanduan traveling, pasti bawaannya ingin menjauh terus dari kota. Tapi, tak selamanya modal dan waktu itu berjodoh. Mau jalan yang jauh-jauh tapi duitnya menjauh. Si modal sudah mendekat, eh waktunya yang ketat. NASIB!

Nah, di saat bertemu momen-momen ngeselin seperti itu, solusinya kalian bisa coba 'kemcer' alias kemping ceria di beberapa tempat yang bisa dibilang dekat dengan Jakarta. Selain dekat, biaya yang kamu keluarkan juga relatif murah. Menurut pengalaman gue sih biaya yang dibutuhkan cuma Rp100 ribuan lho.


Salah satu tempat favorit gue buat kemcer sih di hutan pinus Loji. Lokasinya cukup dekat dari kota Bogor, tidak sampai 1 jam perjalanan. Hutan Pinus Loji berada di desa Pasir Jaya, Cigombong, Bogor, dan masuk dalam area Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Cari tempat kemping dekat jakarta? Baca juga dong Mencari keheningan di Pulau Karang Congkak

Hutan pinus Loji memiliki camping ground yang luas. Camping ground tersebut menyatu dengan kerennya pohon-pohon pinus yang berdiri kokoh. Selain sebagai tempat camping, Loji juga menjadi surga bagi para penggiat Hammocking karena banyaknya pohon pinus yang tumbuh tak menyulitkan bagi para Hammockers menggantungkan hammocknya.


Tidak hanya camping ground saja, hutan pinus Loji juga terdapat penangkaran elang. Ada sekitar empat kandang yang cukup luas, di mana masing-masing kandangnya dihuni oleh satu ekor elang. Elang-elang ini nantinya siap dilepaskan ke alam bebas.

Selain penangkaran elang, ada juga Curug Cibadak yang jaraknya dari camping ground sekitar 1 kilometer. Namun, sayangnya waktu gue kesini jalur menuju curug Cibadak tertutup longsoran sehingga tak bisa dilewati.

Fasilitas pendukung kemping ceria di sini cukup lengkap. Ada toilet umum dan musholla. Jadi walaupun kemping di hutan kalian masih bisa tampil cakep karena bisa mandi. Minimal cuci muka biar muka berubah ganteng jadi Christian Sugiono ya nggak? Masa udah bawa gebetan kemping muka masih lusuh berminyak macem bakwan, Ha..ha..ha!

Nah, buat yang masih terjebak penatnya Jakarta kalian bisa langsung datengin hutan pinus Loji. Bagaimana cuma Rp100 ribu bisa camping ceria? Kalau gue sih yang menggunakan motor cukup isi bensin full (30 ribu) bisa untuk pergi-pulang, tiket masuk, dan patungan logistik cukup Rp
30 ribu rupiah. 

How to get there?

1. Kalau kalian bawa kendaraan pribadi dari Bogor kalian bisa ikuti rute BTM - Surya Kencana - Siliwangi - Batu Tulis - Jl. Raya Cipaku - Cijeruk - Cijeruk Maseng - Pasir Jaya - Loji

2. Kalian juga bisa mencarter angkot dari stasiun Bogor atau dari depan BTM

3. Akses masuk dari jalan raya jalanannya belum beraspal. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer

4. Terdapat area parkir di pos penjagaan

5. Biaya retribusi Rp 15 ribu untuk camping satu malam. (update per Agustus 2016)

UPDATE terbaru per Mei 2017 ini bagi kamu yang mau ke hutan pinus Loji berhati-hati aja karena sekarang mulai banyak preman lokal yang meminta retribusi sembarangan sebelum pintu masuk. Mereka meminta uang secara ilegal berkedok tiket masuk dan biaya parkir kendaraan. Menurut gue ini harus jadi perhatian pemerintah lokal untuk menertibkan mereka.

Tips Mendapatkan Hotel Murah di Baluran


Jadi cerita ini masih lanjutan dari perjalanan gue bareng teman-teman kampus ke ujung Jawa Timur di ujung masa kuliah 2013 silam. Mobil ELF sewaan kami berangkat dari Pos Paltuding Kawah Ijen menuju langsung ke Taman Nasional Baluran. Perjalanan ditempuh sekitar 3 jam, itu juga ada drama mandi-mandi dulu di pom bensin.

Selepas Maghrib, kami tiba di pintu masuk Taman Nasional Baluran. Pintu masuk Baluran berada di sebelah kiri jalan raya menuju ke pelabuhan Ketapang. Banyak sekali truk dan bus yang ingin menuju pulau Bali lalu lalang. Kalau kamu naik bus menuju Bali, pasti kamu akan melewatinya.

Masih dengan lagak-lagak mahasiswa tingkat akhir yang nggak tau harus ke mana tapi sotoy, kami dihampiri salah seorang petugas Taman Nasional. Ia menanyakan maksud dan tujuan kami. Maklum, ini taman Nasional, bukan tempat rekreasi keluarga biasa.

Ternyata, jika ingin masuk, kami harus membayar tiket masuk Rp10 ribu/orang. Tapi itu baru tiket masuk, belum dengan ojek masuk ke savana Bekol dan tarif penginapan. Untuk jasa ojek motor, satu orang dikenakan biaya Rp50 ribu/orang sekali jalan. Untuk penginapan di savana Bekol, kami ditawari menyewa 1 wisma yang dikelola pihak Perhutani dengan harga yang lumayan tinggi (persisnya gue lupa berapa).

Dengan harga segitu, pastilah namanya mahasiswa punya jiwa-jiwa memberontak untuk menurunkan harga, ha..ha..ha. Nego demi nego terus digencarkan. Berbekal surat sakti dari kampus, kami merayu dengan alasan ingin membuat liputan untuk tugas kuliah. Fyi, Taman Nasional Baluran sering dikunjungi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian hingga berbulan-bulan lamanya. Biasanya mereka masuk dan menginap ke dalam hutan belantara untuk tujuan penelitian.

Karena petugas tadi luluh, akhirnya kami deal untuk menggunakan mobil pick up yang disewa seharga Rp300 ribu untuk pulang pergi. Sementara, untuk menginap di Savana Bekol, kami harus mengurus surat izin semacam Simaksi dengan tujuan ingin melakukan tugas penelitian dari kampus. Dengan izin tersebut, kami bisa menggunakan wisma Perhutani dengan tarif Rp50 ribu per kamarnya untuk 1 malam yang bisa diisi 3 orang. EDANNNN! cuma bayar Rp17 ribu per orangnya.

Karena waktu sudah larut malam, dan pengurusan Simaksi baru buka esok pagi, kami ditawari menginap dahulu di pendopo pintu masuk Taman Nasional. Karena malam masih terasa panjang, kami memanfaatkannya dengan packing ulang barang bawaan kami.

Suasanya pendopo kala itu sangat hening. Kalau gue nggak bisa tidur, gue langsung aja ke pos jaga untuk sekedar mengobrol semalam suntuk. Petugas di sini ramah-ramah lho. Mereka juga sangat informatif alias nggak pelit info seputar Baluran. Mulai dari satwa apa saja yang mendiami, sejarahnya, hingga spot-spot menarik lainnya yang harus dikunjungi.

Pagi hari tiba, kami siap-siap untuk menuju savana Bekol. Simaksi sudah beres diurus dan mobil pick up juga sudah siap. Perjalanan ke savana Bekol memakan waktu kira-kira 40 menit. Jalanan masih belum bagus atau masih acakadut. Tapi di situlah kesan adventurenya bisa kami rasakan. Kami melewati evergreen forest, yakni tipe hutan yang konon katanya akan tetap hijau sepanjang tahun. Dan memang kami lihat saat itu, bagian hutan ini terlihat hijau dengan dominasi tanaman sejenis palm.

Banyak orang menyebut Taman Nasional Baluran adalah miniatur hutan Indonesia karena hampir semua tipe hutan terdapat di Taman Nasional Baluran. Mulai dari hutan hujan tropis pegunungan sampai gugusan terumbu karang yang tersebar dari Pantai Bama di Timur wilayah Baluran sampai pantai Bilik di sebelah Utara wilayah Baluran. 40% kawasannya pun berupa hamparan savana. Oleh karena itu banyak sekali peneliti atau akdemisi yang datang untuk study wisata.

Pemandangan di Evergreen Forest
Akhirnya kami tiba juga di Wisma Rusa yang letaknya persis menghadap savana Bekol. Sungguh di luar dugaan karena bukan peak season, Wisma Rusa belum ada yang menempati. Ada banyak kamar yang tersedia, gue nggak perhatiin berapa jumlahnya. Karena rombongan kami cuma memakai 3 kamar, alhasil Wisma Rusa ini berasa milik pribadi. Hal keren lainnya ialah ada burung merak yang sudah jinak dan suka berkeliling di seputaran wisma kami. EDAAANNN!

Di kejauhan terlihat kawanan usa sedang bergerombol mencari makan. Ada juga kawanan kerbau liar yang sedang menemani rusa mencari makan. Wisma kami dikelilingi oleh teralis besi. hal tersebut untuk melindungi dari kawanan monyet liar yang populasinya cukup banyak di sekitar wisma.

Sekedar untuk informasi, Taman Nasional Baluran terdapat di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Luasnya sebesar 25.000 hektar. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam No : SK.228/IV-SET/2012 Tanggal 26 Desember 2012 Tentang Zonasi Taman Nasional Baluran (pengganti Surat Keputusan Direktur Jenderal Perlindungan dan Konservasi Alam (PKA) nomor 187/Kpts/DJ-V/1999)  zonasi taman nasional adalah sebagai berikut:

Zona Inti Seluas 6.920,18 Ha (27,68%)
Zona Rimba Seluas 12.604,14 Ha (50,42%)
Zona Pemanfaatan Seluas 1.856,51 Ha (7,43%)
Zona Tradisional Seluas 1.340,21 Ha (5,36%)
Zona Khusus Seluas 738,19 Ha (2,95%)
Zona Perlindungan Bahari Seluas 1.174,96 Ha (4,70%)
Zona Rehabilitasi Seluas 365,81 Ha (1,46%) 

Batas wilayah Taman Nasional Baluran sebelah utara adalah Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, Desa Wonorejo dan sebelah barat pegunungan. Terdiri atas hutan pantai, hutan mangrove dan rawa asin, hutan payau, padang rumput savanna, hutan hujan pegunungan, hutan musim, padang lamun, dan terumbu karang (http://balurannationalpark.web.id)

Pantai Bama
Memotret di Savana Bekol
Siang hari kami menuju pantai Bama. Lokasinya kira-kira berjarak 3 km dari wisma kami. Kami memilih berjalan kaki menembus savana Bekol yang sangat terik. Belum lagi banyak kawanan monyet yang menghadang jalan. Emangnya mau naik apa lagi? Mau naik burung rajawali iklan indoeskrim? 😃

Dengan suasana pantai yang belum terlalu ramai serta ombak yang begitu tenang membuat Pantai Bama menjadi salah satu tempat yang menyenangkan untuk bersantai-santai. Air laut yang tenang tapi menghanyutkan di bawahnya terdapat terumbu karang. Pas juga untuk tempat snorkeling kan?

Sehabis dari pantai Bama, kami mengunjungi bird view. Dari sini kamu bisa melihat burung-burung apa saja yang hidup di savana Bekol. Di Taman Nasional Baluran sendiri hidup sekitar 155 jenis burung yang di dalamnya juga terdapat burung-burung langka seperti merak, burung rangkong, tuwuk asia, dan lain-lain. Selain burung, ada juga 26 jenis mamalia dan 444 jenis tumbuhan yang mendiami Afrika di timur Jawa ini.

Puas bermain-main di bird view kami kembali menuju wisma karena cuaca berubah mendung dan hari mulai sore. Masuk waktu malam, hujan deras mengguyur disertai angin kencang. Agak mencekam memang melihat angin yang cukup kencang karena savana Bekol merupakan area yang sangat terbuka. Karena memang sudah tidak ada aktivitas, malam hari kami menghabiskan waktu bercengkerama di dalam wisma.

Suasana pagi di dalam wisma tempat menginap
Sunrise dari atas gardu pandang
Pagi hari datang, gue nggak mau melewatkan momen matahari terbit. Kebetulan pagi itu cuaca bersahabat. Kami langsung menuju gardu pandang yang jaraknya tak jauh dari wisma. Sebagian teman kami ada yang jalan kaki menuju pantai Bama untuk melihat sunrise. 

Dari atas gardu pandang pemandangan savana Bekol terlihat lebih lengkap rasanya. Hamparan savana yang luas dan juga gunung Baluran yang menjulang menjadi paket penglihatan mewah di pagi hari. Sesekali kami mendengar burung merak dan macan tutul dari dalam kelebatan hutan sahut-menyahut. Belum suara kicauan burung lain yang berbeda-beda seakan menambah kaya suasana.

Banyak kisah perjalanan kami memang 4 tahun lalu di ujung pulau Jawa ini. Gue nggak sanggup untuk ceritain semua karena kalian aja yang wajib coba. Little Africa ini emang wajib didatangi lagi lain kali. Nggak lupa harus satu paket dengan Kawah Ijen. I miss you both lots!

Selasa, 26 Juli 2016

Cara Ampuh UKM Indonesia Hadapi MEA


Awal tahun 2016, Indonesia menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Setiap pelaku usaha besar hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari kompetisi ini. Tantangan tidak lagi berasal dari kompetitor dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Produk lokal berhadapan langsung dengan produk asing dengan konsumen yang tidak terbatas jumlahnya. Namun apakah para pelaku usaha khususnya UMKM siap menghadapi gempuran produk asing di negeri sendiri? Apa saja hambatannya?   Sebut saja, salah satu hambatan besar pelaku bisnis adalah pemodalan.
Ada banyak pemilik usaha maupun calon pelaku usaha dengan ide-ide kreatif ‘berkeliaran’ tanpa modal. Mereka yang berpotensi memenangkan perang ini hanya bisa menonton dari pinggir lapangan. Meskipun ada banyak pilihan bantuan modal, masih perlu banyak proses yang harus dilewati. Contohnya ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman modal melalui bank, mereka harus melewati serangkaian proses administrasi yang seringkali dianggap rumit dan banyak memakan waktu dengan peluang keberhasilan yang kecil. Bagaimana dengan pilihan lain? Ada, bahkan siapapun dapat dengan mudah menemukan perusahaan sewa guna usaha atau biasa disebut leasing. Melalui perusahaan-perusahaan Leasing yang menjamur di kota-kota besar, pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman modal dengan proses yang mudah dan waktu yang singkat. Namun disamping kelebihan tersebut, tentunya terdapat kesamaan antara perusahaan leasing yang juga merupakan kekurangannya, yaitu beban bunga kredit yang cukup besar.
Antara pinjaman modal melalui bank atau perusahaan leasing? Antara bunga kredit yang kecil namun prosesnya yang cukup sulit, atau proses yang mudah namun bunga kredit yang cukup besar? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagaimana jika hanya mengambil dari sisi kelebihannya saja? Adakah yang mampu mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kecil dan proses pengajuan pinjaman yang mudah? Tentunya ini yang sangat diperlukan para pelaku UMKM di tengah persaingan global.   Atas dasar kondisi yang demikian, komunitas wirausaha Indonesia www.smartbisnis.co.id bersama PT Telkom Indonesia meluncurkan progam kemitraan yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha terkait bantuan modal. Setiap pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman hingga Rp50 juta hanya dalam waktu yang singkat dan proses yang mudah. Prosesnya terbilang mudah, karena setiap pelaku usaha cukup berkunjung ke portal www.smartbisnis.co.id/program dan mengisi formulir pengajuan pinjaman tanpa harus mengunjungi tempat pemberi pinjaman. Hal ini karena program kemitraan PT Telkom Indonesia berbasis online, sehingga pelaku usaha dapat mengaksesnya secara langsung, kapanpun dan dimanapun. Program ini sangat berbeda dengan pinjaman modal melalui bank maupun perusahaan leasing, siapapun kini dapat mengajukan pinjaman dengan mudah tanpa harus melewati proses yang sulit. 
Dengan adanya program tersebut, diharapkan salah satu hambatan terbesar para pelaku usaha dapat diatasi dengan mudah. Hal ini karena modal merupakan senjata utama bagi pelaku usaha untuk maju ke medan perang (pasar). Jika para pelaku usaha dan calon pelaku usaha dengan ide-ide kreatif dibiarkan tanpa senjata, maka dampaknya Indonesia hanya akan dijajah oleh perusahaan asing. Lalu bagaimana jika mereka dipersenjatai? Mungkinkah akan ada babak baru dimana pelaku usaha seperti UMKM di Indonesia mendominasi perekonomian global?

Senin, 18 Juli 2016

Takut Berhemat? Mungkin 3 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya

Anda pasti tahu, berhemat dan hidup sederhana adalah kunci membangun kekayaan. Banyak orang yang kesuksesannya terbukti dari kisah di masa lalu. Dulu, ternyata mereka menjalani hidup yang sangat sederhana dan juga melakukan penghematan. Kebiasaan dan gaya hidup ini mereka bawa hingga kini, meski sudah sukses dan punya harta tak terhitung.
Jika mereka bisa, kenapa sebagian orang lainnya tak bisa berhasil untuk hidup hemat? The Simpe Dollar menulis, ada tiga alasan yang bisa menjelaskan, kenapa banyak orang cenderung 'takut' untuk hidup sederhana. Berikut ini pembahasan selengkapnya.
Punya hobi dan gaya hidup yang 'wajib' terpenuhi. Mungkin Anda sadar kalau berhemat adalah satu-satunya cara untuk 'menyelamatkan' kesehatan keuangan Anda di masa depan. Tapi masalahnya, Anda punya hobi dan gaya hidup mewah yang tak pernah bisa dilepaskan.
Karena berhemat melelahkan. Anda merasa melakukan penghematan merupakan suatu beban. Anda merasa 'dipaksa' dan sengsara ketika harus menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Lebih parahnya lagi, sebagian orang justru merasa, setelah menabungkan sebagian uangnya, justru membuat mereka 'miskin.' Karena, mereka tidak sadar sebagian uang yang telah ditabungkan tadi buat masa depan. Mereka merasa sebagian uang mereka hilang begitu saja.
Kamu tidak benar-benar berhemat. Mungkin, di pikiran Anda sudah menabung banyak uang. Anda juga sudah berusaha untuk hidup sederhana. Tapi, sayang, pada kenyataannya Anda masih saja boros. Misalnya, Anda memilih untuk jalan kaki dari stasiun ke kantor demi berhemat. Tapi, karena jalan kaki Anda menjadi sangat lapar dan justru malah jajan di restoran dekat kantor. Nah, restoran itu menyuguhkan makanan yang harganya lebih mahal, kalau dibandingkan dengan ongkos naik ojeg dari stasiun ke kantor.

Jumat, 13 Mei 2016

Tips Mengelola Bisnis Saat Liburan

Berlibur sambil mengelola bisnis kelihatannya seperti sebuah lifestyle yang sangat mempesona: Kamu bekerja dimanapun kamu mau, membuat jadwal sendiri dan menjadi boss sendiri. Akan tetapi berwisata sambil bekerja bisa menjadi sebuah mimpi buruk.
Dengan kebebasan untuk mengeksplorasi indahnya pemandangan di tempat wisata, siapa yang akan memilih untuk membalas email dan skype dengan partner bisnis? Tentu saja tidak banyak orang yang akan memilih pilihan kedua.
Dengan adanya pilihan, kamu tentu akan menutup komputer kamu dan memilih untuk pergi mengeksplorasi pantai indah, gunung cantik, pemandangan alam tempat Anda berwisata.
Memiliki kebebasan bekerja dari mana saja tentu saja kedengaran mengasikkan, akan tetapi ketakukan karena koneksi internet di tempat terpencil tiba-tiba putus beberapa menit sebelumconference call atau launching produk tentu tidak mengasikkan.
Akan tetapi, kamu sebenarnya bisa menemukan keseimbangan dengan cara mengandalkan manajemen waktu yang baik dan perencanaan yang matang.
Semua hal ini terdengar mudah, akan tetapi sebenarnya tidak begitu. Dibutuhkan kerja keras untuk menciptakan sebuah rutinitas, ketika kamu selalu berpindah-pindah lokasi dan zona waktu.
Berikut rahasia mengelola bisnis sambil berwisata :
1. Mengetahui jam kerja optimal
Ini merupakan bagian paling penting mengelola bisnis saat berwisata. Kamu perlu mengetahui kapan badan dan pikiranmu dapat bekerja dengan paling baik dan produktif. Dengan mengenal diri sendiri, kamu bisa merencanakan jadwalmu untuk produktifitas maksimal.
Saya paling produktif saat pagi hari. Oleh karena itu saya selalu mencoba menyelesaikan sebanyak mungkin pekerjaan sebelum jam makan siang, lalu setelah itu pergi keluar untuk jalan-jalan dan menikmati hidup. Saya menyimpan “pekerjaan sibuk”, seperti membalas email dan komen, setelah makan malam ketika saya ingin menyelesaikan beberapa hal sebelum kluar lagi untuk jalan-jalan.
2. Buat Jadwal
Me-maintain jadwal saat kamu sedang jalan-jalan cukup sulit karena kamu selalu berpindah-pindah lokasi. Akan tetapi membuat sebuah jadwal, walaupun kamu tidak dapat selalu mengikutinya setiap waktu, akan membantu kamu mengelola pekerjaan untuk hari-hari tertentu, membuat to-do list kamu lebih mudah dikelola dan memberikan kamu waktu luang untuk menikmati hidup.
3. Ambil 1 hari cuti dari Jalan-jalan
Dedikasikan 1 hari full untuk bekerja. Kembangkan rutinitas dimana kamu menikmati hidup selama beberapa hari, lalu ambil 1 hari untuk cuma fokus ke pekerjaan. Hal ini akan membantumu mengejar ketertinggalanmu saat liburan dan mengosongkan pikiranmu dari berpikir tentang email dan pekerjaan saat kamu keluar untuk jalan-jalan keesokan harinya.
Pikiranmu tidak dapat berada di dua tempat sekaligus.
4. Berani katakan “Tidak”
Katakan “Tidak” pada hal-hal yang tidak membantu bisnismu. Menjawab “Ya” saat diminta interview, telepon, atau bantuan sangatlah mudah, akan tetapi saat kamu sedang jalan-jalan setiap detik sangatlah berharga.
Jika hal yang diminta tidak akan membuat bisnismu lebih maju, maka jawab “Tidak”. Jangan katakan “Ya” hanya karena malu atau “ngak enak” atau merasa hal tersebut kurang sopan.
Hal kedua yaitu, belajar untuk berkata “Tidak” pada orang-orang yang kamu temui di tempat wisata atau liburan. Mungkin orang-orang tersebut sedang liburan juga sepertimu, akan tetapi mereka tidak menjalankan bisnis sambil liburan sepertimu. Mereka akan selalu mengajakmu untuk keluar menikmati hidup. Belajar untuk berkata “Tidak” pada ajakan tersebut. Selalu ada hari esok untuk kembali menikmati hidup.
5. Buat sebuah rencana kedepan
Saya adalah seorang perencana dan pembuat daftar. Hal ini akan membantu pada saat dimana saya tidak bisa “online” atau terlalu sibuk menikmati hidup. Buatlah sebuah kalender, rencana dan gunakan beberapa hari yang didedikasikan khusus untuk bekerja.Dengan membuat perencanaan, saya bisa fokus bekerja dan beristirahat menikmati hidup dengan tenang. 
Gunakan teknik teknik diatas untuk membantumu bekerja dengan efektif dan efisien saat kamu sedang liburan sambil bekerja. Barangkali dibalik liburan yang Anda ambil ada kesempatan untuk ekspansi bisnis yang diperoleh dengan bertemu partner bisnis baru yang potensial.

Senin, 09 Mei 2016

Kini cari pinjaman modal usaha itu Mudah

Awal tahun 2016, Indonesia menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Setiap pelaku usaha besar hingga Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari kompetisi ini. Tantangan tidak lagi berasal dari kompetitor dalam negeri, namun juga dari luar negeri. Produk lokal berhadapan langsung dengan produk asing dengan konsumen yang tidak terbatas jumlahnya. Namun apakah para pelaku usaha khususnya UMKM siap menghadapi gempuran produk asing di negeri sendiri? Apa saja hambatannya?   Sebut saja, salah satu hambatan besar pelaku bisnis adalah pemodalan.
Ada banyak pemilik usaha maupun calon pelaku usaha dengan ide-ide kreatif ‘berkeliaran’ tanpa modal. Mereka yang berpotensi memenangkan perang ini hanya bisa menonton dari pinggir lapangan. Meskipun ada banyak pilihan bantuan modal, masih perlu banyak proses yang harus dilewati. Contohnya ketika pelaku usaha mengajukan pinjaman modal melalui bank, mereka harus melewati serangkaian proses administrasi yang seringkali dianggap rumit dan banyak memakan waktu dengan peluang keberhasilan yang kecil. Bagaimana dengan pilihan lain? Ada, bahkan siapapun dapat dengan mudah menemukan perusahaan sewa guna usaha atau biasa disebut leasing. Melalui perusahaan-perusahaan Leasing yang menjamur di kota-kota besar, pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman modal dengan proses yang mudah dan waktu yang singkat. Namun disamping kelebihan tersebut, tentunya terdapat kesamaan antara perusahaan leasing yang juga merupakan kekurangannya, yaitu beban bunga kredit yang cukup besar.
Antara pinjaman modal melalui bank atau perusahaan leasing? Antara bunga kredit yang kecil namun prosesnya yang cukup sulit, atau proses yang mudah namun bunga kredit yang cukup besar? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan. Bagaimana jika hanya mengambil dari sisi kelebihannya saja? Adakah yang mampu mendapatkan pinjaman dengan bunga yang kecil dan proses pengajuan pinjaman yang mudah? Tentunya ini yang sangat diperlukan para pelaku UMKM di tengah persaingan global.   Atas dasar kondisi yang demikian, komunitas wirausaha Indonesia www.smartbisnis.co.id bersama PT Telkom Indonesia meluncurkan progam kemitraan yang bertujuan untuk membantu para pelaku usaha terkait bantuan modal. Setiap pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman hingga Rp50 juta hanya dalam waktu yang singkat dan proses yang mudah. Prosesnya terbilang mudah, karena setiap pelaku usaha cukup berkunjung ke portal www.smartbisnis.co.id/program dan mengisi formulir pengajuan pinjaman tanpa harus mengunjungi tempat pemberi pinjaman. Hal ini karena program kemitraan PT Telkom Indonesia berbasis online, sehingga pelaku usaha dapat mengaksesnya secara langsung, kapanpun dan dimanapun. Program ini sangat berbeda dengan pinjaman modal melalui bank maupun perusahaan leasing, siapapun kini dapat mengajukan pinjaman dengan mudah tanpa harus melewati proses yang sulit.
Dengan adanya program tersebut, diharapkan salah satu hambatan terbesar para pelaku usaha dapat diatasi dengan mudah. Hal ini karena modal merupakan senjata utama bagi pelaku usaha untuk maju ke medan perang (pasar). Jika para pelaku usaha dan calon pelaku usaha dengan ide-ide kreatif dibiarkan tanpa senjata, maka dampaknya Indonesia hanya akan dijajah oleh perusahaan asing. Lalu bagaimana jika mereka dipersenjatai? Mungkinkah akan ada babak baru dimana pelaku usaha seperti UMKM di Indonesia mendominasi perekonomian global?

Selasa, 29 Maret 2016

7 Cara Tepat untuk Sukses Berbisnis

Setiap orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi pengusaha sukses, seperti Bill Gates atau Mark Zuckerberg. Karena kekayaan mereka yang sangat luar biasa.
Tapi siapapun orangnya, dalam membangun usaha pasti memulainya dari nol dulu. Agar bisa berkembang, mereka menyertai segala usahanya dengan niat, kerja keras dan kesungguhan. Karena tidak dipungkiri, beberapa sikap tersebut adalah hal penting yang harus kamu miliki jika ingin menjadi pengusaha sukses.
Dalam menyikapi kemauan pun kamu harus memiliki strategi dan visi-misi, agar usaha bisa berjalan dengan terarah. Oleh karenanya, untuk menyukseskan bisnismu berikut beberapa tips yang dapat kamu ikuti sebagai langkah menuju kesuksesan.
1. Amati, Tiru, Modifikasi (ATM)
Jika kamu masih bingung harus memulai bisnis yang seperti apa, cobalah dengan memperhatikan sebuah bisnis sukses yang tengah berkembang. Lalu pelajari bagaimana mereka membangun dan menjalankan bisnis tersebut, setelah itu buat model bisnis yang sama dengan mereka, namun tetap memodifikasi beberapa aspek, agar bisnismu tumbuh dengan perbedaan dan ciri khas tersendiri. Cara Ini benar-benar ampuh untuk mendapatkan ide berbisnis.
2. Evaluasi Keuangan
Sebelum melangkah ke dalam bisnis, coba evaluasi kembali keseluruhan modal dan pengeluaran yang akan dibutuhkan pada masa awal berbisnis. Langkah ini untuk mengantisipasi resiko keuangan apa saja yang mungkin terjadi pada bisnis.
3. Bekerja Sama dengan Rekanan atau Investor
Risiko untuk mengalami kegagalan pasti ada dalam berbisnis, dan untuk hal ini tentu yang menjadi masalah utama adalah uang. Jadi agar kamu tidak mengalami kerugian yang terlalu besar, upayakan mengajak rekan kerja atau investor dalam membangun bisnis.
4. Berikan Nilai Tambah pada Produk
Biasanya, proses pemasaran produk atau jasa, adalah kesulitan utama yang paling sering dihadapi oleh pengusaha. Karena mereka masih bingung dan sulit untuk mengkondisikan seperti apa langkah yang baik dalam menjual.
Namun jangan malah terpaku pada cara menjual atau memberi harga saja. Jika ingin sukses dan mudah dalam memasarkan produk, cobalah memberi nilai tambah pada produk tersebut. Nilai tambah dimaksudkan untuk membuat produkmu lebih baik dan berbeda dari yang lain.
5. Gunakan Waktu dengan Baik
Waktu adalah uang, Pengusaha hebat sangat menghargai setiap waktu yang dimilikinya. Oleh sebab itu, manfaatkan waktumu dengan baik dan produktif dalam menjalankan bisnis.
6. Manfaatkan Teknologi yang Tengah Berkembang
Di zaman sekarang dunia teknologi sangat berkembang pesat, oleh sebab itu kamu harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin untuk memajukan bisnis. Karena melalui teknologi kamu dapat memasarkan produk dengan mudah dan menarik perhatian konsumen secara luas dengan lebih luas.
7. Rekrut Karyawan dengan Teliti
Pada akhirnya kamu pasti memerlukan bantuan pegawai untuk menjalankan bisnis. Untuk itu, lakukan proses rekrutmen dengan hati-hati, dan penuh pertimbangan. Jangan sampai hanya karena ingin cepat-cepat menjalankan bisnis kamu merekrut karyawan yang ala kadarnya. Sebab karyawan yang buruk bisa saja menghancurkan bisnismu.